Liputan khusus “Ekspedisi Cincin Api” di Kompas hari ini 19 November 2011 tentang Krakatau yang luar biasa mengingatkanku dengan tripku saat menelusuri Anak Krakatau. Tersirat langsung dalam benakku untuk mendokumentasikan dalam sebuah tulisan singkat perjalanan yang sudah lama yaitu sekitar kurang lebih dua bulan yang lalu tepatnya 24-25 September 2011. Check this out!!!

Aku dan teman-teman yang bergabung dalam Backpacker Manis Manja (BMM) tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk memilih Krakatau untuk tujuan trip saat itu, karena dalam plan BMM “Kiluan” lah yang ingin kita kunjungi. Akan tetapi entah kenapa tiba-tiba semuanya memutuskan untuk beralih ke Krakatau. Meskipun sama saja perjalanannya yaitu ke Lampung tapi objek yang akan dilihat sangatlah beda, dimana di Kiluan kita akan melihat Lumba-lumba sedangkan di Krakatau kita akan menaiki gunung. Ya “Naik Gunung”, akan menjadi pengalaman pertama aku menelusuri gunung. Akhirnya pilihan ditetapkan yaitu Krakatau, Let’s Go!!!
Aku (Wira), Nancy, Day, Hary, Ina, Minar dan Hauri yang saat itu mengikuti trip ini memutuskan untuk berkumpul di Slipi Jakarta tempat meeting point kita sekitar jam 8 malam tanggal 24 September 2011 setelah sebelumnya kita semua beranjak dari tempat kerjanya masing-masing. Kemudian perjalanan pun dimulai menuju Pelabuhan Merak dengan menggunakan bis kurang lebih 2 jam, sesampainya disana kita langsung menaiki kapal yang menuju ke Pelabuhan Bakaheuni Lampung. Jam 4 dini hari kita semua sampai di Lampung dan perjalanan dilanjutkan menuju Dermaga Canti dengan menggunakan carteran angkutan umum.“Waw lumayan jauh juga ya…”, padahal ini baru awal perjalanan. Setelah sampai di Dermaga Canti, kita bergegas menaiki perahu untuk menuju Pulau Sebesi dimana nanti kita semua bermalam disana. Pulau Sebesi ini sesuatu banget yaa, listrik disana hanya nyala dari jam 5 sore hingga 12 malam, “bersyukurlah kita bisa menikmati listrik 24 jam, alhamdulillah yah…”.akan menjadi pengalaman pertama aku menelusuri gunung. Akhirnya pilihan ditetapkan yaitu Krakatau, Let’s Go!!!
Penelusuran Anak Krakatau dimulai
Perjalanan menuju objek utama dari trip ini dimulai sekitar jam 1 siang, dari Pulau Sebesi kita menggunakan perahu yang mengantar ke Anak Krakatau. Sebelumnya kita memutuskan untuk snorkeling terlebih dahulu di sekitar pulau terdekat untuk melihat indahnya bawah laut Krakatau sebelum melihat indahnya dari atas gunung. Setelah lumayan puas, selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Anak Krakatau, sepanjang perjalanan kita melewati gugusan pulau yang terbentuk dari letusan yang maha dahsyat pada tahun 1883 yaitu letusan gunung Krakatau. Gugusan pulau-pulau itu antara lain Pulau Panjang, Rakata dan Sertung. Sungguh indah sekali pemandangan saat itu, dimana cuaca yang sangat mendukung dan kondisi laut yang cukup tenang saat perjalanan berangkat itu mewarnai indahnya penelusuran menuju Anak Krakatau.

Terlihat dari jauh gunung Anak Krakatau mulai mendekat, itu pertanda kita hampir sampai, disambut dengan pasir hitam dan desaran ombak pantai akhirnya perahupun menepi. “Horayy kita udah sampai…”, eiiittss tunggu dulu, ternyata perjalanan masih jauh ke atas gunung. Istirahat sejenak di tepi pantai kita lakukan kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya naik ke atas. Oh iya satu pesan “Jangan pernah membuang sampah sembarangan di kawasan Cagar Alam Krakatau”. Dengan membawa ranting pohon yang ku temukan disana, akhirnya penelusuran menaiki gunung Anak Krakatau pun dimulai. Dalam pikiranku naik gunung ini nantinya melewati jalan yang berliku-liku yang ada pohonnya, akan tetapi setelah melihat ke depan sontak aku terkejut dooonnkk… Ya iya lah aku terkejut dimana aku harus melewati hamparan pasir dengan debu yang bertebangan ke depan dan seperti menaiki sebuah piramid dengan sudut yang curam. “Oh My God waw…” ini benar-benar olahraga ya, rasanya menuju ke atas itu lama sekali. “Pasti bisa!!!”, dengan penuh semangat menyemangati diri sendiri dan teman-teman entah gimana caranya harus sampai ke atas.

Akhirnya “Subhanallah…”, indah sekali pemandangan yang bisa dilihat dari atas gunung, terlihat dengan jelas gugusan gunung sekitar Krakatau yang dikelilingi laut, benar-benar terlihat indah menakjubkan. Angin yang cukup kencang pun dirasakan di atas sana, selain itu hanya ada pasir dan bebatuan di sekeliling kita. Pendakian yang lumayan capek akhirnya terbalas dengan melihat indahnya pemandangan dari atas gunung Anak Krakatau. Setelah puas berada di atas, kita akhirnya turun dengan rute yang sama seperti rute berangkat. Hal yang sangat membedakan dimana turun kali ini serasa cepat sekali bak naik perosotan. Kaki dan celana kali ini kotor dengan debu yang menempel luar biasa banyaknya. Setelah sampai di bawah kemudian bermain air laut pesisir pulau sambil membersihkan kaki dari debu yang menempel, “hmmmm… ya…. penelusuran yang sangat berkesan…”
Perjalanan pulang yang memicu adrenalin
Bergegas menggunakan perahu senja itu menuju kembali ke Pulau Sebesi untuk istirahat. Senja itu kita bisa melihat indahnya sunset di belakang gunung Anak Krakatau yang sangat menakjubkan. Akan tetapi, tiba-tiba desaran angin semakin besar dan begitu pula dengan ombak yang menerjang perahu kita. Perjalanan kita menuju pulau masih panjang dan kita lalui dengan penuh rasa was-was. Gimana gak was-was? cuaca pulang kali ini berbeda saat berangkat, penuh berbahaya karena ombak besar ditambah dengan lampu perahu yang mati di kegelapan malam itu. Aku dan Mba Nancy malam itu hanya bisa berdoa yang terbaik, diam meskipun ketakutan. Air ombak membasahi badan kita yang kala itu duduk di samping perahu. Harapan muncul ketika kita melihat bintang dan bulan di atas ombak yang besar, setidaknya itu bisa memberikan cahaya malam itu. Lebih senang lagi ketika melihat lampu dermaga pulau yang menyoroti perahu kita pertanda kita sudah sampai di Pulau Sebesi. “Fiuhhhh.. akhirnya…” perjalanan panjang selesai juga, aku dan teman-teman bergegas menuju rumah penduduk untuk membilas badan dan istirahat sebelum besok kita melalui perjalanan pulang menuju Jakarta.

Sungguh pengalaman yang sangat berkesan buat aku dapat menelusuri gunung Anak Krakatau, mungkin jika aku kesana saat ini, aku tidak bisa naik ke atas gunung karena statusnya sudah siaga. Beruntunglah kita bisa melakukan ekspedisi yang sesuatu saat itu. Indahnya Anak Krakatau meyakinkan kita bahwa “Keputusan yang tepat untuk memilih Krakatau sebagai objek trip BMM kali ini…”. See u next trip, Backpacker Manis Manja (BMM) selalu memberikan pengalaman trip yang berkesan.









